Sunday, November 8, 2015

Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik

Membagi Bandwidth internet secara sederhana berdasarkan interface menggunakan Mikrotik. Hal ini yang akan kita bahas kali pada artikel ini. Oke, langsung saja kita mulai. Jadi kali ini kita akan membuat pembagian bandwidth secara sederhana berdasarkan interface yang digunakan. Untuk lebih jelasnya silakan lihat topologi jaringannya berikut ini :



 Bandwidth internet yang saya gunakan adalah seperti berikut ini :


Koneksi Internet dari ISP 3 dengan Bandwidth 4 Mbps (Download) dan 1 Mbps (Upload).
Nah, dari koneksi internet itu, saya akan membagi bandwidth nya menjadi 3 dibagi per interface. Jadi disini saya menggunakan 4 interface ether.
-> interface ether1 : koneksi ke internet (DHCP Client)
-> interface ether2 : koneksi ke client 1
-> interface ether3 : koneksi ke client 2
-> interface ether4 : koneksi ke client 3

Masing-masing interface ether akan dikasih bandwidth
Download : 4 Mb/3 = 1333 Kb
Upload : 1 Mb/3 = 333 Kb

Oke, kita mulai langkah-langkah Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik :
1. Pastikan Mikrotik anda sudah bisa terhubung ke Internet (Seting DHCP Client, DNS, Firewall Masquerde, IP Address, dll).

2. Seting IP address untuk masing-masing interce yang tehubung ke client :
--> ether2 : 10.10.10.1/24
--> ether3 : 10.10.20.1/24
--> ether4 : 10.10.30.1/24



3. Buat DHCP Server untuk masing-masing client, masuk menu IP --> DHCP Server --> DHCP Setup
(Jika anda ingin konfigurasi IP client secara manual point ini bisa dilewati)



4. Untuk Membagi Bandwidth, masuk ke menu Queues --> Simple Queues --> Buat rule baru



[Tab General]
--> Beri nama rule nya
--> Target : ether2 atau 10.10.10.0/24
--> Max limit :
---> Target Upload : 333k
---> Target Download : 1333k



[Tab Advanced]
--> Limit At :
---> Target Upload : 333k
---> Target Download : 1333k
Untuk membuat rule pada interface selanjutnya, tinggal klik saja tombol Copy terus ganti nama dan target nya supaya lebih cepat.




5. Kalo setingan sudah beres, sekarang kita coba tes dengan melakukan Bandwidth test pada Client, dan hasilnya adalah sebagai berikut :





Hasilnya hampir sama seperti yang sudah kita seting sebelumnya yakni :
Bandwidth 1190 Kb (Download) dan 333 Kb (Upload)

Oke, sekian saja tutorial Cara Membagi Bandwidth Sederhana di Mikrotik. Semoga bermanfaat :)






Wednesday, October 28, 2015

Tutorial Cara Reset Mikrotik

Tutorial Cara Reset Mikrotik - Ada berbagai macam alasan bagi kita untuk melakukan reset mikrotik. Mulai dari lupa password (Password reset), untuk mengembalikan ke kondisi awal (default settings), hingga refresh sistem. Nah, bagi anda yang ingin mereset mikrotik, berikut ini ada 3 cara mereset mikrotik. Silakan anda simak :





1. Cara pertama
Cara pertama yaitu dengan melalui console atau Winbox. masuk ke console dan melakukan perintah
/system reset
nanti ada pertanyaan apakah benar kita mau mereset, tinggal jawab Y(es) aja.
dengan perintah diatas maka mikrotik kita akan di set konfigurasi default yang biasanya port ether2 dikasih dhcp dengan ip 192.168.88.1/24

kadangkala konfiguasi default itu justru mengganggu untuk konfigurasi kita kedepannya. saran saya sih dibuang aja tuh konfigurasi dasar. Cara membuangnya adalah kalau kita sudah terlanjur melakukan reset dengan cara diatas, nanti pada saat kita masuk lewat winbox ada pop-up apakah kita akan membuang konfigurasi awal tadi atau tidak. cara kedua agar pada saat kita reset tidak membuat konfigurasi awal, perintanya adalah
/system reset-configuration no-default=yes
2. Cara Kedua
Cara kedua adalah dengan menekan tombol reset. Silakan cari tombol reset karena masing-masing routerboard berbeda-beda tempatnya namun biasanya ada lubang kecil di routerboard dan harus ditusuk menggunakan alat karena tidak bisa langsung dengan jari, biasanya saya menggunakan ujung pulpen untuk menusuknya, namun hati-hati dalam menusuk jangan terlalu kuat karena tombolnya rentan. Perlahan saja namun rasakan bunyi “tek” karena tombol sudah tertekan. Banyak pemula yang karena keras menekannya sampai tombolnya copot. Cara meresetnya adalah telan tombol reset dan jangan dilepas, terus cabut dan pasang powernya sehingga routerboard menyala. tunggu beberapa saat hingga lampu berkedip-kedip. Setelah itu restart routerboard.

 Cara Reset Mikrotik RB750



1. Lepas kabel powernya
2. Tekan tombol reset tanpa dilepas, kemudian tancapkan kabel powernya dalam kondisi tombol reset masih ditekan
3. Tunggu hingga lampu ACT berhenti berkedip
4. Coba cek login dengan Winbox 


Cara Reset Mikrotik RB RB750/RB951/RB751


Semua model RouterBOARD saat ini juga dilengkapi dengan lubang jumper reset. Beberapa perangkat mungkin perlu pembukaan casing untuk melakukan reset, RB750/RB951/RB751 memiliki lubang jumper di bawah salah satu kaki karet pada casing nya.
Menggunakan: Tutup jumper dengan obeng logam, dan booting ulang agar konfigurasi dihapus.  

Cara Reset Mikrotik RB133


Catatan: Untuk RB133 jangan lupa melepas jumper setelah konfigurasi direset, atau mikrotik anda akan terus reset setiap kali reboot.  

3. Cara Ketiga
Bila kedua cara diatas tidak berhasil, cara ketiga adalah harus membuka chasing dan melakukan jumper. Cari di pcb routerboard lempeng kuningan bernbentuk lingkaran namun terpotong seolah 2 setengah lingkaran yang berhadapan. Tinggal tekan dengan obeng atau benda penghantar lain agar kedua setengah lingkaran itu terhubung.

Demikian info seputar Tutorial Cara Reset Mikrotik. Semoga bisa membantu anda dalam belajar mikrotik :)



Tuesday, October 27, 2015

Lupa Username & Password Mikrotik? Ini Solusinya

Solusi Melihat Username dan Password Mikrotik jika anda Lupa - Manusia memang tidak bisa lepas dari penyakit LUPA. Ya, mungkin anda ada yang mengalami lupa password Mikrotik atau lupa username Mikrotik nya. Lupa username dan password Mikrotik memang umum dan sering terjadi apalagi kalau kita tidak menyimpan data login Mikrotik itu. Namun anda tidak usah khawatir karena jika anda lupa username dan password login Mikrotik, kedua nya bisa di-recovery dengan memanfaatkan file backup Mikrotik dan layanan Mikrotik Backup Password Recovery dari situs mikrotikpasswordrecovery.com.

Oke, berikut cara recovery username dan password Mikrotik dengan Mikrotik Password Recovery Tool :

1. Pastikan anda masih menyimpan file backup dari Router Mikrotik yang anda lupa password nya.
2. Masuk ke situs www.mikrotikwiki.com
3. Klik Choose File dan pilih file backup Mikrotik anda --> Klik Submit.



4. Kemudian Username dan Password Mikrotik anda akan muncul seperti gambar di atas.

Gimana mudah bukan? Yang penting anda harus rajin Backup Konfigurasi Mikrotik anda supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dan juga catat username dan password anda supaya ketika lupa tidak repot :D.

Jika cara ini tidak bisa digunakan mungkin karena tidak ada file backup dari Mikrotik anda, cara lainnya adalah dengan mereset Router Mikrotik anda. 

Oke, Semoga Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Lupa Username & Password Mikrotik? Ini Solusinya ini bisa bermanfaat. Selamat mencoba :)

Thursday, October 15, 2015

Setting Mikrotik RB750 untuk Internet Speedy

Berikut ini adalah cara Setting Mikrotik RB750 dengan koneksi Internet Speedy. Disini dial ke Speedy nya langsung dari Mikrotik, tidak menggunakan modem ADSL.
1. Silakan set Modem ADSL anda ke mode ‘BRIDGE’, jadi kalo masih mode ‘PPPoE’ silahkan di ‘RESET’ modemnya & setting ulang.

2. Reset juga  Mikrotik RB750 nya bila masih baru atau menggunakan setting default bawaan Mikrotik. Caranya :
- Pada Winbox Pilih Menu System --> Reset Configuration --> Reset Configuration


- Reboot Mikrotik

3. Selanjutnya, kita mulai dengan Log In Winbox dan memilih Mac Address (Jangan IP Address) untuk koneksi ke Mikrotik.

4. Ganti nama Interface nya
Pada Winbox Pilih Menu Interface
Klik [+] klik 2x ether1 Name=Speedy
Klik [+] klik 2x ether2 Name=Lokal

5. Ganti IP Address Mikrotik
Pada Winbox Pilih Menu New Terminal, ketik :

/ip address
Copy-Paste kode berikut :
add address=192.168.0.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=Lokal
add address=192.168.1.2/24 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255 interface=Speedy

6. Menambahkan PPP – PPPoE Client
Pada Winbox Pilih Menu PPP – klik [+] - PPPoE Client
Tab General Name=pppoe-speedy1 Interfaces=Speedy
Tab Dial Out Service=internet User= ****01***2**@telkom.net (Username Speedy Anda) Password=(Password Speedy Anda) Profile=Default Checklist pada Pilih Menuan ‘Add Default Route & User Peer DNS’, Pilih Menuan Allow Checklist semua, OK.

7. Menambahkan DNS
Pada Winbox Pilih Menu IP --> DNS --> Setting
Bila DNS Server  sudah muncul, tinggal memberi checklist pada Pilih Menuan ‘Allow Remote Requests’, OK

8. Mengganti TCP/IP PC-BILLING / PC CLIENT
Setting terlebih dahulu PC/Komputer yang digunakan untuk proses instalasi mikrotik anda. Caranya :
Buka Control Panel – Network Connection – Local Area Connection – Klik kanan & Pilih Menu Properties – Internet Protocol (TCP/IP) – Properties.
Use the Following IP Address: IP Address = 192.168.0.2 Subnet Mask = 255.255.255.0 Gateway = 192.168.0.1
Use the Following DNS Server Addresses: Gunakan DNS Server & Alternatif DNS Server yang ada pada setting DNS Tadi.
Setting Mangle TCP/UDP Port

9. Mengganti Time Zone pada NTP
Karena beberapa RouterBoard/Mikrotik tidak menggunakan Battere CMOS, agar zona waktu RouterBoard/Mikrotik berjalan normal maka harus kita setting.
Pada Winbox Pilih Menu System --> NTP Client

10. Menambahkan konfigurasi Firewall NAT (Network Address Translation)
Pada Winbox Pilih Menu IP --> Firewall --> Tab NAT atau buka New Terminal dan ketik :
/ip firewall nat
add chain=srcnat src-address=192.168.0.0/24 out-interface=pppoe-speedy1 action=masquerade comment=”NAT from 192.168.0.0/24 output to Speedy”
add chain=srcnat src-address=192.168.0.2 out-interface=Lokal action=masquerade comment=” NAT from 192.168.0.2 output to Lokal”

Sampai disini Mikrotik RB750 anda seharusnya sudah bisa melakukan koneksi ke Internet, silahkan coba melakukan di Mikrotik nya dan coba browsing dari PC Client. Jika berhasil berarti Setingan sudah benar.

Oke, itulah tadi Setingan dasar Mikrotik RB750 untuk koneksi ke Speedy. Silakan dicoba dan semoga berhasil :)

Monday, October 12, 2015

Tips Memilih dan Membeli Perangkat Mikrotik

Dalam memilih produk kita harus selektif dan mempertimbangakan aspek kebutuhan. Begitu juga ketika kita akan membeli perangkat Mikrotik. Mungkin bagi anda yang belum begitu mengenal Mikrotik akan sedikit bingung dalam menentukan produk Mikrotik mana yang pas dengan kebutuhan jaringan kita.




Dalam artikel ini akan di bahas tips membeli perangkat Mikrotik yang pas dan bagaimana cara mempersingkat waktu dalam memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan kita. Hal pertama harus kita lakukan adalah merencanakan network secara detail dan rinci, diantaranya adalah :

1. Sebarapa besar network yang akan kita buat  dilihat dari jumlah client dan juga besarnya  traffic (real troughput) yang akan di handle oleh perangkat tersebut nantinya.
2. Pada perangkat yang akan kita gunakan nantinya apakah membutuhkan hanya interface wireless, hanya interface Ethernet atau kedua interface tersebut di gunakan
3. Fungsi dan fitur apa saja yang akan kita gunakan pada perangkat tersebut, secara fungsi seperti router, server dan sebagainya sedangkan secara fitur seperti proxy, dhcp, hotspot dan sebagainya.

Pada dasarnya secara fungsi dan fitur semua jenis perangkat mikrotik sama, dari mulai perangkat jenis Routerboard sampai dengan PC/MikroBits series (tergantung lisensi levelnya), yang membedakan perangkat yang satu dengan yang lain adalah spesifikasi hardwarenya dimana semakin besar spesifikasi hardware maka kemampuan untuk menghandle user, service atau fitur yang di gunakan dan juga traffic (real troughpunt) semakin besar.
Dari penjelasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa yang yang perlu kita sesuaikan adalah spesifikasi dan kebutuhan hardware, untuk kebutuhan dan spesifikasi hardware secara teori dapat kita kelompokkan seperti berikut :


  • Hardware dengan processor 300/400 Mhz seperti RB450, RB750, RB493, dan sebagainya idelanya dapat digunakan untuk beban traffic kurang dari 5 Mbps.
  • Hardware dengan processor 680/800 Mhz seperti RB450G, RB433H, RB493G, RB800 , dan sebagainya idelanya dapat digunakan untuk beban traffic kurang dari 20 Mbps.
  • Hardware dengan processor 1Ghz seperti RB1200 idealnya untuk beban Traffic kurang dari 100Mbps.
  • Hardware dengan processor 1Ghz dual core seperti RB 1100AHx2 dan RB1100Hx2 idealnya untuk beban traffic lebih dari 100bps.
  •  Hardware dengan processor Multi Core x86 processor seperti varian MikroBits jenis Aneto, Ainos, dan Dinara idelanya untuk beban traffic kurang dari 1 Gps.


 Hardware dengan processor xeon processor seperti MikroBits Dinara idelanya untuk beban traffic  10 Gps.

Demikianlah beberapa tips memilih dan membeli perangkat Mikrotik. Semoga dapat dijadikan referensi bagi anda untuk membeli Mikrotik.

sumber:http://gilanghilal.blogspot.com/2013/06/tips-pembalian-perangkat-mikrotik.html

Apa itu Microtik, Mikrotic dan Microtic? Apa Bedanya dengan Mikrotik?



Apa itu Microtik, Mikrotic dan Microtic? Apa Bedanya dengan Mikrotik? - Pertanyaan itu sebenarnya merupakan pertanyaan konyol menurut saya :D. Kenapa? Kalau ditanya apa itu Microtik? Apa itu Mikrotic? Apa itu Microtic? Jawabannya adalah sama dengan Mikrotik. Loh kok bisa? kan tulisannya beda dengan Mikrotik? Ya memang beda. Masalahnya disini banyak orang yang tau Mikrotik, tapi masih salah ketika menuliskannya. Harusnya ditulis Mikrotik, tapi ada saja yang salah menulis jadi Microtik, ada lagi yang nulis Mikrotic, ataupun Microtic.


Sepintas memang kalau diucapkan lafalnya mirip ya, jadi wajar sih kalau banyak yang salah nulis begitu :D. Nah, untuk menjawab pertanyaan apa itu Mikrotik, silakan anda baca artikel Tutorial Mikrotik sebelumnya : Apa itu Mikrotik? Pengertian Mikrotik & Penjelasannya.

Jadi sudah terjawab kan pertanyaan Apa itu Microtik, Mikrotic dan Microtic? Apa Bedanya dengan Mikrotik? Jawabanya ya ga ada bedanya, yang ada beda penulisannya saja karena salah nulis, hehe. Sudah ya jangan bingung lagi :D

Sunday, October 11, 2015

Assalaamualaikum wr. wb

Hallo para blogger mania.. "Ngoprek Mikrotik" merupakan blog yang berisi tentang kumpulan pengetahuan tentang Mikrotik, Mulai dari pengenalan perangkat, setting dasar koneksi mikrotik ke jaringan LAN/WAN dan masih banyak lagi, so kita bisa saling berbagi informasi dan pengetahuan seputar perangkat Mikrotik, di tunggu aja postingan2 selanjutnya...